10 Bangunan Baru Serta Peningkatan Jalan Kampus UNRI Tuntas Dikerjakan

banner 468x60

Dutadunia.com – PEKANBARU – Sepuluh bangunan baru serta peningkatan jalan di kampus Universitas Riau (UNRI) keseluruhannya tuntas dikerjakan bahkan sudah difungsikan dan bisa terkoneksi.

“Pembangunan jalan di areal pendidikan di kampus UNRI sudah tuntas dan mulus.” Kata J Indera, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan jalan Proyek Civil Work (CWR)-04 menyampaikan melalui saluran elektroniknya, belum lama ini di Pekanbaru.

Pembangunan jalan dalam kampus di kawasan pendidikan perguruan tinggi (UNRI) sudah tuntas dan telah dilakukan PHO (Provisional Hand Over) pada tahap hasil pekerjaan diserahkan secara resmi oleh kontraktor kepada pemilik proyek.

Ia mengaku telah serah terima proyek aspal jalan kampus itu, selesainya pekerjaan fisik sesuai kontrak, meskipun masih ada masa pemeliharaan setelahnya.

Pembangunan jalan dua jalur itu adalah bagian dari Proyek Advanced Knowledge and Skills for Sustainable atau AKSI.

Selain itu, proyek perbaikan jalan kampus bagian dari pinjaman Asian Development Bank (ADB).

Sebelumnya, para rekanan pekerja telah melakukan pembentukan badan jalan untuk dilakukan aspal.

Body jalan ada yang dilakukan penimbunan kembali, serta membuat aliran parit lebih lancar agar tidak mengganggu struktur tanah yang dijadikan lintasan kendaraan di kampus UNRI.

“Beberapa titik pembangunan ruas jalan merupakan sentral menuju kampus, ada dari jalan utama dua jalur yang melewati kampus UNRI seluruhnya sudah selesai,” sebut Indera.

Menurutnya, dengan mulusnya lajur jalan maka untuk menuju kampus disana sudah sangat mudah. Tak seperti sebelumnya badan jalan dipenuhi lubang dan aspal terkelupas yang cukup rawan dilalui mahasiswa.

Pekerjaan fisik proyek peningkatan jalan akses menuju perguruan tinggi negeri itu sebelumnya akan tuntas bulan Desember 2025, namun jalan aspal dilingkungan kampus UNRI itu diperkirakan sudah tuntas 570 meter pada tahun 2025 dengan panjang 1,13 kilometer dari kampus UNRI.

Jadi jalan dua jalur dari Jalan Naga Sakti menuju Fakultas Teknik melewati depan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) hingga FEB.

Kemudian depan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), hingga gedung Integrated Classroom, lalu bermuara ke Jembatan Kupu-kupu hingga jalan berujung ke arah Rektorat juga berakhir di depan Lapangan Open Space UNRI kini seluruhnya sudah tuntas.

Sementara dekat jembatan Kupu-Kupu yang juga dibangun bundaran dimana proyek ini tak merombak semua jalan di UNRI juga selesai dilakukan perbaikan pada jalan rusak.

Pengerjaan jalan baru yang full dilakukan dari Naga Sakti ke Teknik [Fakultas Teknik]. UNRI juga punya tiga gerbang utama. Adalah Gerbang Jalan SM Amin dan Jalan HR Soebrantas.

Gerbang teranyar, yaitu gerbang Jalan Nagasakti untuk pembangunan jalan baru. Kendatipun tetap gunakan jalan lama, hanya ada penambahan jalur di sebelahnya yang menjadi jalan dua arah.

Indra mengakui tuntasnya pembangunan jalan dilingkungan UNRI itu memiliki dampak yang begitu baik bagi masyarakat, sehingga jalan yang sebelumnya banyak mengalami kerusakan yang butuh kewaspadaan untuk dilalui, kini sudah mulus dan begitu mudah untuk dilewati.

Selain melakukan perbaikan jalan kampus, UNRI juga membangun 10 bangunan baru bantuan dari ADB ini.

Universitas Riau (Unri) mulai memfungsikan gedung-gedung baru yang dikerjakan melalui Proyek AKSI (Advanced Knowledge for Sustainable Growth in Indonesia) bantuan Asian Development Bank (ADB) l, yang kini telah selesai dibangun.

“Sekarang sebagiannya sedang memasukkan furniture dan alat-alat pelengkapnya ke dalam gedung. Ini berlangsung seja Semester Ganjil 2025 lalu,” kata Manajer Project Implementation Unit (PIU) AKSI-ADB, Dr Ir Fajar Restuhadi MSi, Rabu (11/11) kemarin.

Salah satu gedung yang sudah mulai difungsikan adalah Gedung Serba Guna (Student Center) yang terletak di jalan Muchtar Lutfi, antara gedung asrama mahasiswa dan stadion mini.

Fajar Restuhadi menjelaskan, sepanjang tahun 2024, beragam kegiatan sudah dilaksanakan di gedung tersebut, diantaranya acara ‘Boothcamp: Patriotic. Penutupan Milad UNRI ke 64, dan pengukuhan Guru Besar periode Desember 2024 lalu.

“Selain gedung Seba Guna, gedung Perkuliahan Terpadu (Integrated Classroom) sudah difungsikan pada semester Ganjil 2025 kemarin,” ujarnya.

Gedung itu terletak di pertigaan kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Pada proyek AKSI-ADB di Unri, terdapat 10 (sepuluh) gedung yang dibangun, yaitu:

Gedung Perkuliahan Terpadu (Integrated Classroom)
Gedung Laboratorium Terpadu (Integrated Laboratory)
Gedung Utama Ilmu Kesehatan (Health Studies Complex)
Gedung Serba Guna (Student Center), Gedung Kajian Ilmu Kelautan (Boat House Marine Center)
Gedung Kajian Ilmu Pangan (Food Science Center)
Gedung Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information Technology Center)
Gedung Perpustakaan (University Main Library)
Gedung Pascasarjana (Postgraduate Center)
Gedung Pendidikan dan Pelatihan (University Training Center)

Hingga penghujung tahun 2024, pembangunan tujuh gedung sudah selesai, sedangkan tiga gedung lagi masih dalam proses penyelesaian pengerjaan.

Adapun gedung yang masih dalam proses pengerjaan adalah Gedung Teknologi Informasi dan Komunikasi, gedung Perpustakaan, serta gedung Pendidikan dan Pelatihan.

Dr Fajar Restuhadi menerangkan bahwa kendala penyelesaian pembangunan tiga gedung tersebut disebabkan oleh permasalahan internal dari kontraktor (PT Totalindo Eka Persada Tbk).

“Pembangunannya dilanjutkan oleh PT Nindya Karya, ditargetkan selesai pada Maret 2025,” terang Fajar Restuhadi.

Hal senada juga disampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek AKSI-ADB, bahwa target penyelesaian gedung tersebut adalah pada bulan Maret 2025.

Pada kesempatan itu, PPK proyek AKSI-ADB juga menjelaskan bahwa Unri merupakan salah satu universitas yang tergabung dalam Proyek Luar Negeri (PLN) yang dikenal sebagai AKSI Project.

Adapun Universitas lainnya adalah Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Universitas Jambi (UNJA), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Diberitakan sebelumnya bahwa tujuan dari kegiatan melalui Proyek AKSI ini adalah agar Unri kelak memiliki Center of Excellent (CoE) yang unggul di bidang Ekosistem Lahan Basah dan Pengelolaan Kebencanaan (Wetland Echo system and Disaster Management).

Adapun total alokasi anggaran proyek AKSI-ADB untuk Unri adalah sebesar USD 58,7 juta atau Rp 840 milyar lebih.

Dari total anggaran tersebut, sebanyak 58.3 persen dialokasikan untuk membangun 10 gedung baru dan 23.3 persen dialokasikan untuk perlengkapan peralatan laboratorium dan furniture.

Sisanya dialokasikan untuk pengadaan software, IT license & Services, Training, Publikasi, Seminar internasional, dan Workshop.

Berdasarkan informasi terbaru, Universitas Riau sedang dalam proses penyelesaian total 10 gedung baru di bawah proyek AKSI-ADB.

Hingga awal tahun 2025, tujuh dari sepuluh gedung tersebut telah rampung dan mulai difungsikan, sementara tiga gedung lainnya kini juga sudah selesai dikerjakan. (Rls).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *