Dutadunia.com – Kuansing -Bupati Kuantan Singingi, Riau Suhardiman Amby bersama Wakil Bupati, Mukhlisin menghadiri
peringatan Haul Syekh KH Abdul Malik sekaligus menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Pondok Pesantren Imam Saleh, Inuman, Selasa malam.
Kegiatan yang digelar oleh Yayasan Syekh Haji Abdul Malik berjalan lancar, meriah dan dihadiri ribuan masyarakat.
“Alhamdulillah, semua berjalan aman, lancar,” kata Bupati Suhardiman Amby.
Dalam acara tersebut Bupati Suhardiman Amby didampingi Sekretaris Daerah Zulkarnain, Kepala Kantor Kementerian Agama Kuantan Singingi Suhelmon.
Haul tersebut merupakan bentuk penghormatan dan doa bersama untuk mengenang almarhum Syeikh KH Abdul Malik, yang juga merupakan ayahanda dari Bupati Kuansing Suhardiman Amby.
Dalam sambutannya, Bupati Suhardiman Amby mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran masyarakat yang turut mendoakan almarhum Syekh KH Abdul Malik.
“Haul ini bukan sekadar mengenang sosok ayahanda kami, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani perjuangannya,” ujar Suhardiman Amby.
Terutama perjuangan dalam menegakkan syiar Islam dan membina generasi muda melalui pendidikan pesantren.
Bertepatan dengan 1 Muharram, Suhardiman Amby mengajak menjadikan tahun baru Islam sebagai awal untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal kebaikan, serta menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Nilai-nilai yang diwariskan para ulama harus terus dijaga dan diteruskan oleh generasi penerus, terutama dalam membangun masyarakat yang religius dan berakhlakul karimah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi Suhelmon menyampaikan, peringatan haul dan tahun baru Islam memiliki makna penting sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menjaga tradisi keilmuan yang diwariskan para ulama.
“Syekh KH Abdul Malik telah meninggalkan jejak dakwah dan pendidikan yang sangat berharga,” sebutnya.
Melalui kegiatan haul, untuk tidak melupakan jasa para ulama sekaligus memperkuat semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik di Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Ia menambahkan, pesantren memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi Qurani yang mampu menjadi benteng moral dan spiritual bagi masyarakat.
Bahkan, cara untuk mempererat silaturahmi, mengenang jasa para ulama serta meneguhkan tekad menuju kehidupan yang lebih baik.
Untuk diketahui, Kuansing salah satu lumbung ulama dan tokoh penyebar syiar Islam pada zaman dahulu, Kuansing salah satu Kabupaten religius.
Diantaranya ada Syeikh Ahmad Bunda, Syeikh H Muhamad Hadi (Salah satu Mufthi Indragiri lama bermukim di Mekkah Madinah), Syeikh Al Azhar dan H Buya Makrifat Mardjani. ***









