Dutadunia.com – Inhu – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu, Riau menggelar acara penyambutan jemaah haji yang pulang dari Mekkah setelah menyelesaikan serangkaian prosesi ibadah haji pada tahun 2026.
Prosesi penyambutan dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Indragiri Hulu sekira pukul 15.30 WIB pada Minggu (14/6) sore.
Dengan seragam haji, suasana terlihat sangat sakral, dimana rombongan asal Indragiri Hulu terlihat sangat bahagia setiba lokasi bertemu keluarga besar masing – masing.
Bupati Inhu Ade Agus Hartanto diwakili Wakil Bupati Hendrizal menyampaikan amanah dihadapan jemaah haji dan seluruh undangan yang hadir.
“Bupati Inhu mohon maaf tidak bisa hadir di tengah tengah kita. Selamat kepada seluruh jemaah, menjadi haji yang mabrur mabrullah,” katanya di Pematang Reba.
Dalam sambutan Bupati Inhu yang dibacakan oleh Wakil Bupati Hendrizal mengucapkan rasa syukur Alhamdulillah semua jemaah selamat.
Kepulangan kloter 10 dengan jumlah 241 jemaah telah pulang dengan selamat dan bahagia, kebahagian itu terlihat sangat luar biasa.
“Saya atas nama Pemkab Inhu ikut merasakan kebahagiaan itu,” ujarnya.
Nilai – nilai ke ikhlasan, keimanan terjaga dengan baik setelah pulang berhaji salah satu tanda jemaah meraih predikat mabrul dam mabrullah.
Hendrizal juga menyebutkan, Pemkab Inhu telah berupaya optimal, mulai dari proses keberangkatan, pendampingan dan penjemputan dan penyambutan jemaah, semua dilaksanakan sesuai harapan.
Dengan kepulangan, lanjutan Hendrizal, pemerintah juga mengucapkan selamat berkumpul dengan keluarga tercinta.
Prosesi penyambutan, Forkopimda dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hadir dan Ketua DPRD Inhu juga hadir serta seluruh instansi terkait.
Rombongan jemaah tiba di Batam pada Sabtu dan menuju Pekanbaru Minggu pagi dan langsung menuju Inhu.
Para jemaah dengan mobil lima unit Bus Pariwisata merk mikatrans, fajar riau tiba di Rengat Barat pada Minggu sore sekira pukul 15.30 WIB.
Salah satu jemaah Haji.. H Nadjmi mengatakan, atas nama jemaah haji di Inhu kloter 10, selamat sampai tujuan.
Dari 214 prang jemaah haji kembali semua dengan selamat ke Inhu, sebagai jemaah menyampaikan terima kasih atas peran serta pemerintah daerah.
“Kami telah menyelesaikan seluruh rangkaian kaifiat ibadah haji dengan baik,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, salah satu jemaah membacakan doa selamat dihadapan seluruh jemaah haji dan masyarakat, seluruh instansi terkait.
Jemaah disambut sanak pamili dengan penuh rasa gembira
Sejak pagi, keluarga besar jemaah haji asal Inhu sudah berdatangan di Pematang Reba untuk menyambut kedatangan jemaah pulang dari Mekkah.
Terlihat wajah wajah haru, gembira dengan senyum yang bahagia menanti kedatangan jemaah. Terlihat rasa lelah mereka, rasa rindu bercampur senang terobati jika sudah bertemu dan saling bersalaman.
Keluarga jemaah, ada yang menanti dengan duduk duduk di lingkungan perkantoran bupati dan juga dimasjid terdekat serta bahkan dalam mobil penjemputan keluarga mereka.
Suasana kekeluargaan terlihat jelas, setibanya para jemaah, para keluarga penjemput langsung memadati lingkungan perkantoran bupati dan menyambut dengan penuh hati ceria bercampur bahagia.
Keikhlasan masing – masing sangat terlihat jelas di raut wajah, kegembiraan bercampur hari tidak bisa sipungkiri satu sama lainnya.
Keluarga jemaah haji melepas rindu
Salah satu keluarga jemaah haji, Ana ( 35) mengatakan, dirinya sangat bahagia dengan pulangnya keluarga setelah selesai menunaikan ibadah haji 2026.
Pulang dengan selamat, meraih haji yang mabrur mabrullah dan berkumpul kembali bersama keluarga besar.
“Sekeluarga menunggu dengan sabar, orang tua kami selamat sampai Inhu,” ujarnya.
Setelah proses penyambutan, lanjutnya, orangtuanya akan dibawa pulang kerumah di Rengat.
Terlihat ratusan kendaraan pribadi sudah terparkir di Lingkungan Perkantoran Bupati Indragiri Hulu, mulai dari jalan lintas timur hingga di halaman sejumlah instansi terkait.
Personel gabungan ikut memberikan pelayanan
Ratusan personel gabungan baik dari Polres, Satpol PP, Dinas Perhubungan Indragiri Hulu hadir di Halaman Kantor Bupati Inhu memberikan pelayanan kepada masyarakat saat prosesi penyambutan jemaah haji.
Personel gabungan hadir sebelum acara dimulai dan mereka mendapatkan arahan dari komandan masing – masing.
Tujuannya, agar dapat mengamankan jalannya acara penyambutan jemaah secara optimal.
Karena, semua berharap acara berjalan lancar, aman dan sukses serta tertif sejak awal hingga akhir, jemaah dijemput oleh keluarga masing – masing.
Proses penyambutan jemaah haji di Inhu, digelar di Halaman Kantor Bupati Pematang Reba. Pemerintah Kabupaten Inhu menyediakan tenda untuk para jemaah dan selanjutnya jemaah haji dapat istirahat menerima arahan dan ucapan selamat dari Bupati Inhu serta instansi terkait.
Untuk diketahui, Haji adalah rukun Islam kelima berupa ibadah wajib yang dilakukan dengan mengunjungi Baitullah di Tanah Suci Mekah untuk melakukan serangkaian amalan ibadah pada waktu tertentu. Jemaah haji merujuk kepada individu atau kelompok umat Islam yang sedang menunaikan ibadah tersebut.
Prosesi ibadah haji adalah urutan ritual wajib yang dilakukan secara berurutan (tartib) yang meliputi, Ihram dengan niat memulai ibadah haji dengan memakai pakaian ihram (tanpa jahitan bagi pria) dan menjauhi segala larangan.
Wukuf di Arafah yakni uncak ibadah haji yang dilakukan pada 9 Zulhijah, di mana jemaah berdiam diri, berdoa, dan berzikir di Padang Arafah.
Sedangkan, Mabit di Muzdalifah yakni bermalam sejenak sambil mengumpulkan batu untuk melontar jumrah.
Ada juga prosesi melontar jumrah yaitu melempar batu sebagai simbol perlawanan terhadap hawa nafsu dan setan.
Selain itu, Tahalul yakni mencukur atau memotong rambut setelah selesai melontar jumrah, yang menandai lepasnya jemaah dari larangan ihram.
Selanjutnya , Tawaf Ifadah adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dan sa’i yakni berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah dan tawaf wada adalah tawaf perpisahan sebelum jemaah meninggalkan Mekah.
Setelah prosesi itu, para jemaah akan mendapatkan “Haji Mabrur dan Mabrurah yaitu ibadah haji yang diterima oleh Allah SWT. Secara istilah, berarti ibadah yang telah dilakukan dengan ikhlas, sesuai tuntunan syariat (benar), serta bersih dari perbuatan maksiat dan dosa.
Diiterima atau tidaknya ibadah adalah rahasia Allah SWT, namun tanda – tanda haji yang mabrur biasanya terlihat dari perubahan sikap setelah pulang ke tanah air. Haji mabrur akan menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taat, santun dalam bertutur kata, peduli sosial dan menghindari perbuatan dosa serta taat beribadah wajib, sunnah. ***









